Home » » Mengintip Potensi Bisnis Sayuran Hidroponik di Kalangan Urban

Mengintip Potensi Bisnis Sayuran Hidroponik di Kalangan Urban

Berkebun sayur mayur ternyata tidak hanya bisa dilakukan di kawasan pedesaan dan di lahan yang luas membentang. Masyarakat di perkotaan pun bisa bercocok tanam aneka jenis sayuran sekalipun hanya memiliki lahan terbatas. Salah satunya dengan menggunakan metode urban farming yakni metode bertanam di kawasan perkotaan. 

Mengintip Potensi Bisnis Sayuran Hidroponik di Kalangan Urban

Apa Itu Hidroponik?

Jenis metode urban farming ini ada beberapa, dan yang paling populer adalah konsep hidroponik. Yakni metode bercocok tanam yang memanfaatkan media air sehingga tidak mempergunakan media tanah sama sekali. Bertanam dengan konsep hidroponik akan lebih efisien, sehingga bisa dilakukan di lahan terbatas dan oleh siapa saja yang merasa super sibuk. 

Meskipun hanya memakai media tanam berbentuk cair, yakni air namun pertumbuhan tanaman tetap maksimal. Sebab menggunakan air yang mengandung nutrisi kompleks sehingga memaksimalkan pertumbuhan tanaman. Nutrisi ini didapatkan langsung dari air yang digunakan maupun dari penambahan pupuk ke media air tersebut. 

Hidroponik Menjadi Bisnis Kaum Urban

Berkebun dengan konsep hidroponik tidak hanya cocok dilakukan kaum urban yang ingin memenuhi kebutuhan sayuran sehat selama pandemi. Namun bisa pula dijadikan sebagai lahan bisnis yang terbilang sangat potensial. Mengapa bisa dikatakan demikian? 

Oleh Dadan Ramdani selaku Pengelola dan juga Mentoring Hidroponik di PT. Astra Komponen Utama. Disampaikan bahwa metode hidroponik sangat potensial untuk dijadikan sebagai lahan bisnis. Sistem bercocok tanam dengan media air ini akan menciptakan lapangan pekerjaan baru di tengah pandemi. 

Jika metode bertanam secara hidroponik ini ditekuni secara serius maka hasilnya akan sangat menjanjikan. Hal ini bisa disampaikan oleh Dadan karena di salah satu koperasi yang dikelolanya mampu menyuplai 250 kilogram sayur pakcoy per hari. Hasil panen sayur pakcoy ini kemudian dikirimkan ke beberapa hotel dan restoran. 

Meskipun pandemi melanda Indonesia, dan permintaan sayur di hotel maupun restoran tersendat bahkan terhenti sama sekali. Namun Dadan beserta timnya mampu bertahan, sebab beralih ke sistem penjualan online. Masyarakat di tengah pandemi membutuhkan sayuran sehat dan segar tanpa harus datang ke pasar karena resiko terkena Covid-19 sangat tinggi. 

Alhasil usaha memasarkan sayuran online lengkap dengan jasa pengantaran maupun tanpa jasa ini bisa berjalan lancar. Selain meminimalkan interaksi sosial dengan penjual, pembeli juga lebih suka belanja sayuran hidroponik online karena lebih sehat. Dikatakan demikian karena sayuran hidroponik ditanam di air yang tidak mengandung pupuk kimia. 

Perawatan tanaman juga tidak menggunakan pestisida, semuanya dibiarkan alami dan ditangani sepenuh hati. Sehingga menjadi alternatif yang lebih sehat jika dibandingkan dengan sayuran yang ditanam memakai metode konvensional. Mengingat bisnis sayuran hidroponik ini bisa terus berjalan selama pandemi, maka menjadi jenis bisnis yang tepat untuk ditekuni di masa sekarang.

0 komentar:

Posting Komentar