Home » » Downline Sebagai Ujung Tombak Master Dealer Pulsa

Downline Sebagai Ujung Tombak Master Dealer Pulsa

Ujung tombak adalah ujung senjata yang paling tajam. Bila dilemparkan dengan tepat akan menancap tepat menuju sasaran. Bila ujungnya tumpul meskipun sudah dihujamkan seorang penombak ahli ia tidak akan menancap malah terjatuh. Ujung tombak perusahaan dagang adalah para salesmannya, dan penombaknya adalah para supervisor lapangan. Dalam dunia pulsa yang paling tepat diasosiasikan adalah Master Dealer Pulsa sebagai penombak dan downline sebagai ujung tombak.

Ujung tombak yang terbuat dari besi baja tentu akan menjadi senjata yang kuat dan tajam. Selalu diasah secara berkala, ditaruh dengan mata tombak mengarah ke atas bukan ke bawah menyentuh tanah. Ia akan tumpul. Seorang downline yang berbakat ia seperti mata tombak yang terbuat besi baja. Agar kerjanya cekatan, ia perlu diasah kemampuannya. Seorang Master Dealer Pulsa itulah yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk menjadikannya tajam.

Waktu Anda memilih orang-orang yang didaftarkan sebagai downline tentu dengan pertimbangan. Tidak sembarangan dicomot dari jalanan dan dipaksa menjadi downline. Ada proses perekrutan, ada penawaran baik langsung maupun tidak langsung. Dari sekian banyak  yang melamar dan mau bergabung sepintas tentu akan terlihat mana orang yang punya motivasi kuat, mana yang coba-coba dan mana yang sekedar ingin tahu saja. Seorang Master Dealer Pulsa dalam hal ini harus memiliki instuisi yang tajam.

Menjadi downline pulsa bagi sebagian orang mungkin dianggap sama sekali tidak menarik. Gaji yang didapat tergantung berapa nilai penjualannya ke konsumen dikurangi harga yang diberikan Master Dealer Pulsa.  Downline akan ke sana kemari untuk promosi mencari pelanggan. Disinilah kemampuannya diasah.

Sebagai downline yang pasif hanya dikenal oleh segelintir orang, dengan menempel selembar kertas di pintu kamar kost “Jual pulsa elektrik dan Token Listrik” orang akan beli kalau kebetulan lagi perlu dan mendatangi karena membaca pengumuman tersebut. Terbatas pada teman-teman penghuni kamar-kamar kost. Tentu bukan begitu yang dikehendaki seorang Master Dealer Pulsa bukan?

Dalam hal ini Master Dealer Pulsa harus memberikan instruksi secara jelas apa yang menjadi kewajiban seorang downline. Tidak sekedar jual pulsa, ia harus mampu mendekati konsumen  agar membeli dan diikat menjadi pelanggannya. Ilmu komunikasi perlu diajarkan bagaimana seseorang yang tadinya acuh tak acuh menjadi tertarik untuk membeli hanya karena seorang downline yang menawarinya dengan cara yang sopan dan memikat.

Briefing secara berkala bisa dilakukan oleh Master Dealer Pulsa. Downline memberikan masukan tentang kejadian di lapangan. Master dealer memberikan kabar ter-update dunia perpulsaan apakah apakah mengenai harga baru atau paket produk baru. Semua hal didiskusikan, masalah dipecahkan, saran dipertimbangkan. Dengan rutin diadakan seolah mengasah ujung tombak menjadi tajam dan siap ditancapkan.

0 komentar:

Posting Komentar