Home » » Bisnis Properti Tetap Optimis di Tengah Wabah Corona

Bisnis Properti Tetap Optimis di Tengah Wabah Corona

Pandemi corona beberapa bulan terakhir nyatanya memberikan dampak cukup serius terhadap aktivitas ekonomi di Indonesia. Bisa dikatakan seluruh sektor bisnis dan industri terdampak wabah covid 19, termasuk sektor properti. Padahal, kisaran trimester akhir tahun lalu, sektor properti tengah mengalami peningkatan setelah sebelumnya di tiga terakhir melambat. Meski demikian, perlahan sektor ini mulai menunjukkan gairah. Bisnis properti dinilai cukup optimis dengan keadaan pasar meski di tengah pandemi corona.

Bisnis Properti Tetap Optimis di Tengah Wabah Corona

Optimisme Bisnis Properti saat Pandemi Corona

Seluruh sektor bisnis dan industri mau tak mau ikut merasakan dampak mewabahnya viris covid 19 di Indonesia. Sektor properti termasuk salah satu sektor bisnis yang cukup cepat merasakan dampaknya sejak mulai masuknya wabah corona di negara ini. Dampaknya, hampir semua aktivitas sektor properti pun mengalami gangguan selama kurang lebih satu bulan. Tentunya, hal ini membuat para broker dan agen properti harus benar-benar bekerja ekstra supaya bisnisnya tetap bertahan di tengah gempuran pandemi corona.

Dalam situasi pandemi yang masih belum tahu kapan berakhir ini tentu dibutuhkan berbagai inovasi guna beradaptasi dengan keadaan pasar di tengah wabah. Tentu saja tak hanya cukup dengan menanti akhir pandemi untuk memulai bisnis kembali karena bagaimanapun pandemi ini pun belum bisa diprediksi kapan berakhirnya.

Beberapa waktu belakangan ini, sektor penjualan properti bekas sudah mulai menunjukkan adanya aktivitas penjualan meski dengan koreksi harga kisaran 20-30 persen dari harga normalnya. Sedangkan untuk bisnis properti primer, para pengembang sudah mulai melakukan bisnis dengan cukup agresif sekitar satu bulan terakhir, termasuk dengan memulai membuat produk yang memang dibutuhkan konsumen di masa saat ini. 

Bentuk optimisme bisnis properti di tengah gempuran pandemi covid 19 juga bisa dilihat dari sejumlah capaian. Contohnya, Century 21 yang merupakan salah satu broker properti Indonesia yang berhasil dinobatkan sebagai Best Real Estate Agency 2020 dari International Property Awards. Selain itu, PT Ciputra Residence pun berhasil melakukan penjualan produk baru dengan total nilai Rp 55 miliar dalam satu hari meski di tengah pandemi.

Tentu saja, adanya pandemi corona memberikan sejumlah tantangan tersendiri terhadap bisnis properti mulai dari persoalan produk hingga masalah pemasaran. Para pengembang harus merencanakan produk secara matang dengan melihat bagaimana target pasar serta kebutuhan konsumennya. Sedangkan dari sisi pemasaran, adanya kebijakan PSBB pastinya cukup berpengaruh terhadap aktivitas pemasaran konvensional.

Meski ada banyak tantangan, hal ini pastinya tak membuat para pengusaha dan pebisnis di sektor properti harus lumpuh total akibat pandemi. Justru inilah waktu bagi para pengembang dan pebisnis di sektor properti untuk lebih kreatif dan berinovasi sehingga bisnis yang dijalankan pun mampu bertahan di tengah pandemi.

Dengan melakukan berbagai inovasi sebagai bentuk adaptasi dengan kondisi pasar saat pandemi, nyatanya bisnis properti mampu menunjukkan optimismenya di tengah gempuran pandemi corona. Bahkan, beberapa perusahaan properti meraih keberhasilan meski di masa wabah seperti saat ini.

0 komentar:

Posting Komentar