Home » » Hal Penting dalam Membuat Laporan Keuangan

Hal Penting dalam Membuat Laporan Keuangan

Ingin menyusun laporan keuangan? Biasanya laporan ini wajib disusun setiap bulannya oleh perusahaan untuk berbagai tujuan. Laporan keuangan memiliki sifat sangat krusial maka tidak boleh absen sekalipun untuk usaha skala mikro. Namun, menyusunnya tidak bisa dilakukan sembarang orang karena banyak aspek khas di dalamnya.

Hal Penting dalam Membuat Laporan Keuangan

Penting Diperhatikan Dalam Menyusun Laporan Keuangan 

Penyusunan laporan keuangan idealnya dilakukan oleh akuntan yang paham ilmu mengenai prosedur penyusunannya. Menariknya, dalam menyusun laporan ini tidak bisa hanya tahu struktur dari laporannya. Namun juga paham point apa saja yang mesti diperhatikan agar laporan keuangan yang tersusun mudah dipahami dan bisa dipertanggung jawabkan. Berikut poin penting yang dimaksudkan: 

1. Pencatatan Dilakukan Secara Kontinyu

Laporan keuangan memiliki beberapa sifat dimulai dari relevan, handal, dan juga mudah untuk dimengerti atau dipahami. Artinya segala sesuatu yang berkaitan dengan transaksi perusahaan wajib diketahui akuntan dan kemudian dimasukan ke dalam laporan keuangan. Sifat transaksi yang tercatat wajib relevan dan selalu update untuk mencegah ada transaksi yang terlewat atau terlupa. 

Inilah alasan seorang akuntan perlu rutin memeriksa segala transaksi yang terjadi di dalam tubuh perusahaan. Segala bentuk biaya sampai pemasukan oleh setiap bagian atau divisi juga wajib disampaikan kepada bagian akuntan tadi. Tujuannya tentu saja untuk memastikan laporan keuangan yang disusun selalu update dan relevan. 

2. Terpisah dengan Keuangan Pribadi

Tidak ada laporan keuangan yang mencampur antara keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi pemiliknya. Jika dicampur maka tujuan adanya laporan keuangan untuk mengetahui aset, hutang, profit, dan sebagainya akan luntur. Jadi, point penting yang tidak boleh diabaikan dalam menyusunnya adalah sudah memastikan dipisah antara kedua keuangan tersebut. 

3. Wajib Ada Bukti Transaksi 

Menghindari transaksi bodong yang membuat keuangan perusahaan ricuh adalah dengan memastikan segala transaksi dilengkapi bukti. Nota sekecil apapun dan tidak resmi sekalipun misalnya ditulis tangan di nota yang dijajakan toko alat tulis, wajib ada. akuntan akan mencatat berbagai biaya dan pemasukan lewat bukti transaksi dan tidak melulu berupa fisik. Bisa pula berbentuk elektronik, seperti histori transaksi dari aplikasi berbayar online. 

4. Komponennya Lengkap 

Laporan keuangan baru bisa disebut sebagai laporan keuangan ketika komponennya lengkap. Ada aktiva lancar, aset lancar, aset jangka panjang, dan lain sebagainya. sebab tujuan dari laporan keuangan salah satunya adalah untuk mengetahui sisa modal, besarnya profit, nilai kerugian, besaran hutang, dan lain sebagainya. Maka komponen laporan keuangan wajib lengkap agar informasinya mudah dipahami dan tidak ada unsur yang hilang. 

Laporan keuangan memiliki sifat penting dan tidak tergantikan karena menjadi pegangan bagi pengusaha memonitoring usahanya sendiri. Jadi penyusunannya musti tepat dan wajib memperhatikan sekian hal penting di atas. 

0 komentar:

Posting Komentar